Noken Adalah Identitas dan Jati Diri OAP

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Samuel Yogi,S.H.,M.H

NOKEN | Noken dan Masa Depan Papua. Pada bulan Desember masyarakat dunia, teristimewa di tanah Papua memperingati Hari Noken Sedunia atau World Noken Day. Peringatan Noken sebagai warisan Takbenda Oleh UNESCO dirayakan setiap tanggal 04 Desember.

Peringatan dan perayaan itu dilakukan setelah noken ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco) pada tahun 2012 di Paris, Perancis.

Noken merupakan tas rajut atau anyaman khas dari Papua. Mama -Mama Papua dengan kemurnian hati mampu merajut noken menjadi tas multi fungsi. Noken muncul bukan sekadar souvenir melainkan identitas bagi Orang Asli Papua.

Seruan yang terus bergema bahwa dalam anyaman serat kayu itu terdapat sistem nilai —tentang pengasuhan, kejujuran, ketangguhan, dan harmoni— yang justru kian langka di dunia modern.

Sementara hakikinya Noken mengajarkan kemajuan sejati adalah yang tetap menggendong identitas, memikul beban dengan kepala dingin, dan transparan dalam niatnya.

Konsep noken sebagai rahim kedua adalah pondasi paling vital. Seorang mama yang menggendong anak dalam noken sambil bekerja di kebun, tidak memisahkan peran sebagai ibu dari peran sebagai produsen.

Hal ini merupakan metafora sempurna untuk pembangunan partisipatif. Kebijakan di Papua raya seharusnya tidak menjadikan masyarakat sebagai objek yang pasif, tetapi sebagai subjek yang “digendong” dan dilibatkan dalam setiap ritme Pembangunan —dari perencanaan hingga pengawasan.

Di saat nilai-nilai noken sangat dibutuhkan untuk membingkai pembangunan, justru keberadaan fisik dan maknanya terancam. Ancaman nyata itu dapat dilihat dalam sejumlah aspek.

Pertama, ancaman ekologis. Bahan baku alami noken (kulit kayu Genemo, serat Anggrek) semakin sulit akibat laju deforestasi yang kian menggila dan alih fungsi hutan secara serampangan. Pembangunan yang tidak menghormati kelestarian hutan pada dasarnya sedang membunuh salah satu simbol kebanggaan Papua. Upaya pelestarian berjalan seiring tekanan global.

Kedua ancaman life style Generasi muda lebih tertarik pada tas ransel bermerk yang murah daripada mempelajari proses menganyam noken yang lama dan sulit. Tekanan ekonomi mendorong penjualan noken “palsu” dari benang nilon pabrikan, yang meski secara ekonomi menguntungkan dalam jangka pendek, mengikis makna filosofis dan keberlanjutan ekologisnya.

Ketiga, ancaman identitas, risikonya noken hanya menjadi simbol komoditi pariwisata atau aksesori foto bagi pejabat, tanpa diikuti dengan internalisasi nilainya dalam tata kelola pemerintahan dan hubungan sosial. Jika ini dibiarkan berlarut upaya pembangunan Papua akan kehilangan kompas kulturalnya. Kita akan membangun wilayah dengan gedung-gedung baru, tetapi jiwa masyarakatnya semakin kosong.

Hal penting dilakukan saat ini adalah pendidikan berbasis nilai noken. Kurikulum muatan lokal (mulok) di tanah Papua harus memasukkan penganyaman noken bukan hanya sekadar keterampilan tetapi sebagai kelas filsafat hidup. Anak-anak diajarkan tentang ketangguhan, kejujuran, dan ekologi melalui proses menenun. Ini akan membangun generasi yang bangga akan identitasnya dan kritis terhadap pembangunan yang merusak.

Pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam melindungi keaslian noken serat alam. Bukan dengan melarang noken benang, tetapi dengan menciptakan insentif dan pasar premium untuk noken otentik. Serifikasi, pelabelan geografis, dan dukungan pemasaran digital untuk pengrajin asli akan mengangkat nilai ekonominya sekaligus melestarikan hutan sebagai sumber bahan baku.

Selama noken masih dianyam, selama filosofinya masih hidup dalam tindakan, maka harapan untuk Papua yang mandiri, bermartabat, dan berdaulat atas jalannya sendiri akan tetap menyala.. Selamat Hari Noken Sedunia. Selamat kepada mama-mama pengrajin noken di dugunug Lembah dan pantai pelosok tanah Papua.(*)

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:26 WIT

Noken Adalah Identitas dan Jati Diri OAP

Berita Terbaru

Daerah

SAR Evakuasi Anak Yang Tenggelam

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:22 WIT

Daerah

Dinkes Mimika Gelar Lomba BHD

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:20 WIT

Hukum dan Kriminal

Seorang Penjual Pinang Tewas Ditikam OTK

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:19 WIT

Hukum dan Kriminal

Siswa Magang di Kuala Kencana Tewas Usai Dipukul Pake Palu

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:11 WIT