TIMIKA | Tokoh Intelektual Katolik Provinsi Papua, Samuel Yogi,S.H.,M.H mengapresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Pastoral (MUSPAS) MEE Ke VIII Tahun 2026.
Musyawarah Pastoral (Muspas) Mee ke VIII Thun 2026 mengusung tema: “Iya-Iya Akatiyake” yang bermakna: “Kita saling menyelamatkan, bangkit dan berjalan bersama.” dan Sub Tema: “Koya Kou Ani Dou Ma Ida Awii Maa”, yang bermakna: “Kita memilih yang baik, mengambil yang baik, dan mengisinya dalam hidup kita.”
Muspas Mee ke VII yang akan berlangsung di Gereja Paroki Kristus Jaya Komopa Kabupaten Pania. Kegiatan tersebut mulai Tanggal 2 – 9 Februari 2026 secara resmi dibuka oleh Uskup Keuskupan Timika,Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A.
Samuel Yogi menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki Kristus Jaya Komopa, Pastor Gusti Elmas Pr. dan pastor Yosep Setiadi Pr. (Pastor rekan) dalam menyukseskan Muspas Mee Ke VIII Tahun 2026.
“Terima kasih untuk Pastor Paroki Kristus Jaya Kamopa Pastor, Gusti Elmas Pr. bersama Pastor Yosep Setiadi Pr (pastor rekan). Sebagai tuan rumah Muspas Mee Ke VIII tahun 2026,” Ungkap Samuel Yogi pada, Jumat (30/1/2026).
Tokoh Intelektual wilayah adat Mee Pago juga mengucapkan terima kasih kepada para biarawan dan biarawati yang siap hadir dalam acara tersebut.
“Saya juga mengucakan Terimkasih kepada Bapak Uskup Keuskupan Timika,Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A, Bupati Kabupaten Paniai, Bapak Yampit Nawipa, A.Md.,Tek selaku penanggung jawab Muspas Mee ke VIII di Kabupaten Paniai,Bupati Deiyai bapak Melkianus Mote dan seluruh gerja Kingmi wilayah 3 dari 8 Distrik Kabupaten Paniai serta semua pihak yang telah mendukung menyukseskan pelaksanan Muspas Mee ke VIII,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yogi juga menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia penyelenggara, Yunus Kadepa dan semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Muspas Mee Ke VIII.
Samuel Yogi menerangkan, Gereja Paroki Kristus Jaya Komopa terpilih menjadi tuan rumah Musyawarah Pastoral (MUSPAS) Mee ke-8 pada tahun 2026, sebuah pertemuan penting bagi umat Katolik suku Mee untuk membahas arah pelayanan gereja ke depan.
Dalam pertemuan ini akan mengumpulkan delegasi umat Katolik suku Mee dari berbagai daerah untuk merumuskan arah kebijakan pastoral di masa depan.
Paroki Kristus Jaya Komopa di Keuskupan Timika adalah salah satu paroki tertua yang merayakan HUT ke-59 tahun 2025 lalu.
Paroki ini berpusat di Komopa, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, dan berperan penting dalam pelayanan pastoral serta evangelisasi di wilayah Mee Pago.
Paroki Kristus Jaya Komopa memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat pertumbuhan iman Katolik di wilayah Mee Pago, khususnya di Kabupaten Paniai, Papua Tengah paroki Kristus Jaya Komopa didirikan sekitar tahun 1966, menjadikannya pilar misi yang mapan di Keuskupan Timika.Wilayah Pelayanan terletak di Komopa, wilayah ini mencakup komunitas umat Katolik di sekitar danau dan pegunungan Papua Tengah, bagian dari wilayah adat Mee Pago. Paroki ini aktif melakukan kegiatan pastoral, termasuk kunjungan pastoral oleh pimpinan gereja Keuskupan Timika. (Red)







