Lemhaskami Gelar FGD
TIMIKA | Dalam rangka Konsolidasi Kelembagaan dan Kemasyarakatan Menuju Kemandirian serta Kesetaraan Harkat dan Martabat dan Hak Kesulungan Suku Kamoro Mimika Wee.
Lembaga Masyarakat Hukum Adat Suku Kamoro Mimika Wee (Lemhaskami) menggelar Focus Group Discussi (FGD) yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, pada Rabu (4/2/2026).
Ketua Lemhaskami, Yohanes Yance Boyau mengatakan, kegiatan FGD dan konsolidasi ini dilakukan untuk menuntut hak-hak orang Kamoro, karena hak-hak orang Kamoro saat ini sedang terjepit oleh suku-suku lain.
“Kami orang Kamoro masih ada bukan sudah punah” ucapnya.
Menurutnya orang Kamoro punya tanah adat di Kabupaten Mimika tercinta ini sehingga mereka tidak tinggal diam. Kini saatnya orang Kamoro mengambil sikap.
Sebanyak lima poin penting yang dibahas dalam FGD dan konsolidasi Lemhaskami yaitu:
- Daerah Otonomi Baru (DOB).
- SK Pj Sekda Mimika segera disahkan (Definitif)
- Pembahasan nama Provinsi baru di
Kabupaten Mimika. - Evaluasi jatah keempat anggota DPRK Mimika
yang diangkat melalui Lemhaskami. - Direktur PTFI.
“Terkait DOB mari kita jemput dengan meriah, sehingga generasi muda bisa mendapatkan pekerjaan. Sedangkan poin kedua tentang Pj. Sekda Mimika. Yang mana Pj Sekda Mimika saat ini adalah orang asli Kamoro kami harap segera sahkan SK Definitif, bukan Plt,” ungkapnya.
Ditegaskannya, nama Provinsi baru di Kabupaten Mimika harus dibahas bersama, karena Mimika berada di tanah Kamoro.
“Poin berikutnya adalah keempat anggota DPRK yang diangkat melalui Lemhaskami harus dievaluasi,” pungkasnya. (Red)







