TIMIKA | Plt. Kepala Dinas KoPerasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi menerima penghargaan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia.
“Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt. Kadiskop dan UMKM Samuel Yogi di Jakarta pada, Sabtu (29/11/2025).
“Tadi kami baru saja terima penghargaan ini bukti bahwa UMKM Mimika akan terus bangit menuju Gerbang Emas,”ungkapnya.
Ia menyebukan, Kementerian UMKM bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas SDM kopi di tanah air.
Upaya ini kata Samuel Yogi untuk mewujudkan melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi kerja di Timika pada 6–8 November lalu. Adapun Maksud dan Tujuan Sertifikasi Kopi di Timika (6‑8 Nov)
– Meningkatkan kualitas SDM : memberikan standar kompetensi yang jelas bagi petani dan pekerja kopi.
– Membangun profesionalitas : melatih praktik budidaya, pascapanen, dan penanganan kopi yang sesuai standar industri.
– Meningkatkan daya saing : menghasilkan kopi yang konsisten dan memenuhi persyaratan pasar domestik serta ekspor.
– Mendukung ekosistem berkelanjutan : memperkuat rantai nilai kopi di Papua agar lebih adil dan ramah lingkungan.
– Memberdayakan ekonomi lokal : membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat Timika melalui sertifikasi yang
Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memastikan para pelaku kopi memiliki keterampilan yang terstandar, profesional, dan mampu bersaing, sehingga ekosistem kopi di Timika semakin kuat dan berkelanjutan.
Ia menuturkan,Indonesia menempati posisi ke‑4 dunia sebagai produsen kopi, dengan produksi tahunan sekitar 660 ribu ton (2023). Sebagian besar produksi berasal dari petani kecil yang mengelola lahan ≤ 2 ha, tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali, dan Papua. Meskipun potensi tinggi, tantangan utama meliputi:
– Kualitas yang tidak konsisten karena kurangnya standar budidaya dan pascapanen.
– Akses pasar yang terbatas, terutama untuk kopi specialty yang memerlukan sertifikasi.
– Keterampilan teknis yang masih rendah di kalangan petani dan pekerja kebun.
Ia menerangkan, Kementerian UMKM memiliki mandat untuk meningkatkan daya saing UMKM, termasuk petani kopi, melalui program peningkatan kapasitas dan sertifikasi. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia, sebagai badan yang diakui pemerintah, menyusun standar kompetensi kerja (SKK) berbasis industri dan melaksanakan sertifikasi bagi tenaga kerja kopi.
Ia menyebutkan, Sertifikasi di Timika pada 6‑8 November lalu merupakan bagian dari strategi nasional “Kopi Berkelanjutan 2025”, yang bertujuan:
- Menyebarluaskan standar kompetensi ke daerah produksi terpencil.
- Meningkatkan produktivitas dan mutu kopi Papua, yang masih kurang terekspos.
- Membangun rantai nilai yang lebih adil bagi petani lokal.
Dengan latar belakang ini, kata Yogi kegiatan sertifikasi diharapkan menjadi katalis untuk meningkatkan pendapatan petani, membuka peluang ekspor, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi dunia.
Yogi mengatakan, Kementerian UMKM bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas SDM kopi di tanah air. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi kerja profesi Barista di Timika pada 6–8 November lalu. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk memastikan para pelaku kopi memiliki keterampilan yang terstandar, profesional, dan mampu bersaing, sehingga ekosistem kopi Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan.
Dikatakan Yogi pihaknya akan merencanakan kegiatan dengan tema “Timika Membangun Kompetensi” dengan outcomes Entrepreneurship pada UMKM subbidang Kopi yang berasal dari Provinsi Papua Tengah
“Kegiatan ini akan terus berkelanjutan, tidak hanya menyentuh petani kopi yang dihulu, namun para processor kopi hingga Head Barista yang ada di hilir. RPJM yang dicanangkan oleh bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian UMKM bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Timika, diwujudkan melalui pengembangan kapasitas dan upskilling hingga ke tahap Uji Kompetensi Kerja yang menghasilkan Sertifikat Kompetensi sebagai pengakuan Negara terhadap Profesi para stakeholder perkopian di Indonesia,”tuturnya.
“Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan UMKM di Mimika. Sebagai mana visi misi bapak Presiden, bapak Bupati Mimika dan Bapak Wakil Bupati memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Mimika,”pungkasnya.(Red)








