TIMIKA | Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Distrik Mimika Baru Tahun Anggaran 2026 merangkum sebanyak 272 aspirasi, usulan, dan saran masyarakat dari 11 kelurahan dan 3 kampung. Kegiatan ini berlangsung, Kamis (5/3/2026).
Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang dari tingkat kampung hingga distrik bertujuan memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Melalui Musrenbang ini, kita tidak hanya berbicara tentang rencana pembangunan semata, tetapi juga tentang komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Anannias.
Ia menyebutkan pentingnya partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar setiap usulan program yang dihasilkan berkualitas, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Distrik Mimika Baru, kata Ananias sebagai ibu kota pemerintahan Kabupaten Mimika memiliki persoalan yang kompleks. Karena itu, perencanaan pembangunan harus dilakukan dari bawah secara terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tidak boleh ada ketidaksinkronan antara perencanaan dari bawah dan kebijakan dari atas. Jangan sampai Musrenbang hanya menjadi formalitas,” katanya.
Ia meminta Bappeda dan tim asistensi memberi perhatian serius terhadap usulan yang menyangkut ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur dasar. Tiga sektor tersebut dinilai menjadi fondasi utama arah pembangunan ke depan.
Secara khusus, ia menyoroti persoalan drainase dalam kota yang sejak lama menjadi tantangan. Ia meminta Dinas PUPR memprioritaskan penataan dan normalisasi saluran air guna mencegah banjir saat musim hujan.
“Jangan setiap hujan dan terjadi banjir, kita justru saling menyalahkan. Mari rencanakan dengan baik dan kerjakan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya. (Red)







