FIM-WP-KPK Gelar Aksi di Kantor DPRK Mimika

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 23:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA | Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa West Papua Komite Pimpinan Kota Timika (FIM-WP-KPK) menggelar aksi demo damai di Kantor DPRK Mimika pada, Senin (10/11/2025).

Dalam aksi demo damai tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan ” Papua Darurat Militerisasi, Investasi dan Krisis Kemanusiaan”.

Koordinator aksi, Freedom Kobogau menyampaikan, ketidakadilan di atas tanah Papua kian banyak, sehingga FIM-WP-KPK harus bangkit bersama seluruh Papua menjaga dan mempertahankan tanah adat.

“Saat ini masyarakat Amungme, Kamoro dan OAP lainnya di Timika terpinggirkan. Kami yang saat ini bersuara adalah yang tersisa,” ungkapnya.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau berjanji akan meneruskan aspirasi yang disampaikan oleh peserta aksi dari  FIM-WP-KPK .

“Saya terima aspirasinya dan akan meneruskan ke pihak-pihak yang berkaitan dalam hal ini, TNI-Polri dan Bupati sebagai perwakilan pemerintah,” Ungkap Primus kepada masa aksi.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Pelaku pencurian Uang Ratusan Juta

Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi demo damai tersebut:

  1. Hentikan kekerasan dan operasi militer terhadap masyarakat sipil di wilayah
    konflik Intan Jaya, Maybrat, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan daerah lain di
    Tanah Papua.
  2. Hentikan seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke dan Kota Sorong yang mengancam kehidupan masyarakat adat Marind dan Moi.
  3. Tutup semua perusahaan ilegal yang beroperasi di seluruh Tanah Papua dan
    berpotensi menimbulkan konflik.
  4. Usut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM berat yang telah dan sedang terjadi
    di Tanah Papua.
  5. Segera tutup PT Freeport lndonesia dan kembalikan hak kedaulatan rakyat
    Amungsa atas tanahnya.
  6. Hentikan operasi militer berskala besar dan tarik seluruh pasukan non-organik
    dari Tanah Papua.
Baca Juga :  Polisi Sosialisasi Dampak Perundungan dan Bahaya Judol Kepada Siswa

7.Pulangkan seluruh pengungsi sipil dari Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang,
Maybrat, Yahukimo, dan Teluk Bintuni.

  1. Karena militer terlibat dalam kejahatan kemanusiaan, maka kembalikan seluruh
    pasukan ke barak yang semestinya.
  2. Prioritaskan pendekatan humanis dan dialog sebagai jalan damai untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Tanah Papua.
  3. Berikan hak penentuan nasib sendiri (Right to Self-Determination) sebagai solusi
    demokratis bagi rakyat bangsa West Papua.
    Tanah Papua bukan tanah kosong. Papua adalah tanah air rakyat bangsa Papua yang
    berdaulat, yang terus melawan penjajahan, eksploitasi, dan militerisasi. (Red)

 

Berita Terkait

Seorang Penjual Pinang Tewas Ditikam OTK
Siswa Magang di Kuala Kencana Tewas Usai Dipukul Pake Palu
Seorang Pemuda Jadi Korban Penganiayaan
Seorang Anggota TNI Gugur di Mile 50
Polisi Buruh Pelaku Perampokan Kios
Polisi Bekuk Pengedar Obat Keras di Jalan Irigasi
Kapolres Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Kwamki Narama
Dandim Cek Kendaraan Dinas Personil

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:19 WIT

Seorang Penjual Pinang Tewas Ditikam OTK

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:11 WIT

Siswa Magang di Kuala Kencana Tewas Usai Dipukul Pake Palu

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:55 WIT

Seorang Pemuda Jadi Korban Penganiayaan

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:53 WIT

Seorang Anggota TNI Gugur di Mile 50

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:52 WIT

Polisi Buruh Pelaku Perampokan Kios

Berita Terbaru

Daerah

SAR Evakuasi Anak Yang Tenggelam

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:22 WIT

Daerah

Dinkes Mimika Gelar Lomba BHD

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:20 WIT

Hukum dan Kriminal

Seorang Penjual Pinang Tewas Ditikam OTK

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:19 WIT

Hukum dan Kriminal

Siswa Magang di Kuala Kencana Tewas Usai Dipukul Pake Palu

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:11 WIT