TIMIKA | Dalam rangka memperingati hari Noken Sedunia, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimik menggelar Festival Noken Mimika 2025 yang dirangkaikan dengan Expo Festival UMKM dalam rangka memperingati Hari Noken Sedunia ke-XIII.
Kegiatan tersebut berpusat di halaman Gedung Emeneme Yauware yang diadakan selama tiga hari mulai tanggal 4 – 6 Desember 2025.
Hari Noken Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 4 Desember. Tanggal ini dipilih untuk memperingati pengakuan Noken Papua sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tanggal 4 Desember 2012 di Paris, Prancis.
Noken adalah tas tradisional multifungsi khas masyarakat adat di Tanah Papua, yang dibuat dengan cara dirajut atau dianyam menggunakan serat kulit kayu.
Peringatan Hari Noken sedunia tahun 2025 mengusung tema “Merajut Noken Papua, Menganyam Kesejahteraan”.
Kegiatan festival Noken Mimika 2025 secara resmi dibuka oleh bupati Mimika Johannes Rettob pada Kamis (04/12/2025) dengan mengusung tema “ Noken Mendunia,UMKM Naik Kelas”.
Bupati John dalam sambutannya mengatakan bahwa Festival Noken bukan sekadar agenda budaya tahunan. Namun festival ini adalah momentum untuk meneguhkan kembali jati diri, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Papua.
Kata Bupati John noken memiliki filosofi mendalam sebagai simbol kerja keras, kesabaran, kebersamaan, dan identitas orang Papua. Oleh karena itu pelestariannya bukan hanya tanggung jawab budaya, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga martabat masyarakat Papua.
“Festival Noken bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga pengingat tentang jati diri, nilai kehidupan, dan warisan luhur masyarakat Papua,” ungkapnya.
Ia menuturkan, melalui Festival Noken Mimika 2025, Pemerintah ingin mendorong generasi muda untuk semakin mencintai, mempelajari, dan mengembangkan noken sebagai kekayaan sekaligus kebanggaan daerah.
Pemerintah daerah kata Bupati John terus berkomitmen memperkuat pelestarian noken melalui pendidikan budaya di sekolah, pelatihan bagi para pengrajin, serta pengembangan ekonomi kreatif lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga semangat menjaga budaya terus tumbuh dan noken tetap hidup sebagai simbol persatuan dan kebanggaan orang Papua, khususnya masyarakat Mimika. Festival ini juga menjadi panggung promosi UMKM lokal sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada generasi muda dan wisatawan,” pungkasnya (Red).







