Sulitnya Masuk Kerja Di PTFI Apelcami Timika Gelar Aksi Bisu Selama Dua Hari

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA | Puluhan pencari kerja (Pencaker) di Timika yang tergabung dalam Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartensz Mimika (Apelcami) menggelar aksi bisu di Jalan Budi Utomo, tepatnya di depan Diana Mall, Selasa (12/5/2026).

Para pencaker menggelar aksi selama dua hari yakni mulai tanggal 11-12 Mei 2026.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sulitnya akses tenaga kerja lokal untuk bekerja di PT Freeport Indonesia.

Koordinator Aksi Deki Krobo mengatakan sistem penerimaan tenaga kerja yang kini berbasis digital dinilai membatasi akses masyarakat lokal.

Selain itu, lanjut Deki bahkan vendor maupun kontraktor penerima tenaga kerja tidak transparan dalam proses perekrutan dan lebih banyak merekrut pekerja dari luar Papua

Baca Juga :  Bupati John Lantik Abraharam Kateyau Jadi Pj. Sekda Mimika

Ia mengatakan, mereka mewakili sekitar 14 ribu pencari kerja di Timika yang hingga kini belum memperoleh kesempatan kerja.

Dan mereka ini adalah anak -anak Papua dan anak -anak Nusantara yang lahir besar di Papua.

“Kami di sini wakili 14 ribu pencaker di Timika yang tidak bisa punya akses untuk bekerja di PTFI,” ungkapnya.

Ia menyoroti vendor maupun kontraktor penerima tenaga kerja tidak transparan dalam proses perekrutan dan lebih banyak merekrut pekerja dari luar Papua sementara anak Papua asli dan anak -anak nusantara yang lahir besar di Papua tidak dipedulikan oleh pihak krontraktor.

“Kami sudah minta pertanggungjawaban dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten, tetapi mereka tidak punya power untuk mengangkat persoalan pencaker ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Ia menuturkan, Apelcami sudah meminta dukungan kepada Majelis Rakyat Papua agar dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat menjangkau lembaga pelatihan kerja (LPK) di Timika guna membantu pencaker memenuhi syarat bekerja di PTFI.

Deky menyebutkan, perjuangan mereka tidak hanya ditujukan bagi Orang Asli Papua (OAP), tetapi juga seluruh pencari kerja yang lahir dan besar di Papua.

“Kami di sini bukan bicara soal pencaker OAP, tapi kami juga berjuang untuk pencaker yang lahir besar di Papua. Berarti kami berjuang untuk seluruh pencaker di Mimika tanpa memandang suku,” pungkasnya.(Red).

 

 

 

Berita Terkait

Angel Awom, Putri Muda Papua Tengah yang Siap Berlaga di Miss Bintang Indonesia Nasional
DEKOPIN Pusat Apresiasi Keseriusan Samuel Yogi Memajukan Koperasi
DPC BMP RI Puncak Jaya Sukses Gelar Jalan Sehat Kebangsaan, Perkuat Sinergitas Komponen Bangsa
Diskop Mimika Berkomitmen Terus Dukung Program Nasional
Tiba Di Deli Serdang, Melisa Howay Masuk Grand Final Putri Otonomi Indonesia
Pemkab Mimika Damaikan Dua Kelompok Warga Yang Bertikai
PUPR Alokasikan Anggaran 5 Milliar Perbaiki Ruas Jalan Hasanudin
Dinsos Koordinasi Lintas Sektor Bahas Penanangan Anak Terlantar

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIT

Angel Awom, Putri Muda Papua Tengah yang Siap Berlaga di Miss Bintang Indonesia Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:49 WIT

DEKOPIN Pusat Apresiasi Keseriusan Samuel Yogi Memajukan Koperasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:35 WIT

DPC BMP RI Puncak Jaya Sukses Gelar Jalan Sehat Kebangsaan, Perkuat Sinergitas Komponen Bangsa

Senin, 29 Juni 2026 - 21:54 WIT

Diskop Mimika Berkomitmen Terus Dukung Program Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 10:11 WIT

Tiba Di Deli Serdang, Melisa Howay Masuk Grand Final Putri Otonomi Indonesia

Berita Terbaru

Daerah

Diskop Mimika Berkomitmen Terus Dukung Program Nasional

Senin, 29 Jun 2026 - 21:54 WIT