Pesan Dewan Pers di HPN 2026

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN | Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, mengatakan, pers harus tetap berdiri sebagai medium pendidikan publik dan pejuang idealisme meskipun menghadapi tekanan besar dari perubahan ekosistem informasi digital dan dominasi media sosial.

“Dulu, waktu saya masih mahasiswa dan tinggal di asrama, kami berebut surat kabar setiap pagi. Pers benar-benar berfungsi sebagai gatekeeper informasi dan tumbuh bersama perjuangan bangsa,” kata Komaruddin dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (9/2/2026).

Namun peran tersebut kata Prof. Komaruddin, kini menghadapi tantangan serius. Arus informasi saat ini semakin didominasi oleh logika bisnis berbasis digital, kecerdasan buatan (AI), dan media sosial yang menjadikan informasi sebagai komoditas hiburan.

“Hasil penelitian kami menunjukkan pembaca surat kabar menurun drastis. Masyarakat merasa cukup dengan media sosial. Bangun tidur, orang tidak lagi menunggu koran, tetapi langsung memegang ponsel,”. ucapnya.

Baca Juga :  Pangdam XVII/Cenderawasih Tinjau Program RTLH dan Manunggal Air di Kampung Sinak

Ia menerangkan, terdapat perbedaan mendasar antara pers dan media sosial. Pers bekerja dengan prinsip rasional, objektif, dan bertanggung jawab.

Sementara media sosial cenderung memanjakan selera audiens, menonjolkan konten emosional dan sensasional demi mengejar perhatian. Karakter bisnis hari ini adalah buying audience. Di mana audiens berkumpul, ke sanalah iklan pergi. Karena audiens lebih banyak di media sosial, maka pendapatan yang dulu mengalir ke media pers kini berpindah. Akibatnya, media pers konvensional mengalami penurunan dari sisi bisnis, sebuah fenomena global yang menurutnya belum pernah memiliki preseden sebelumnya.

Prof. Komaruddin menilai masih ada harapan besar bagi pers nasional. Semangat dan antusiasme insan pers untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme dan etika jurnalistik. Salah satu kunci utama yang harus dijaga adalah kepercayaan publik.

Baca Juga :  Kepatuhan Belanja Pemkab Mimika Bakal Diaudit BPK

“Masyarakat mungkin lebih sering menikmati media sosial, tetapi ketika menghadapi persoalan penting dan krusial, mereka tetap mencari pers,” sebutnya.

Ia menegaskan, kepercayaan itu hanya dapat dibangun melalui profesionalisme, objektivitas, prinsip cover both sides serta praktik check and recheck. Tanpa itu, pers akan kehilangan legitimasinya. Dewan Pers setiap hari menerima sekitar sepuluh pengaduan masyarakat terkait pemberitaan. Sebagian besar sengketa yang dimediasi bersumber dari lemahnya profesionalisme dan pengabaian etika.

Ia menekankan, profesionalisme, objektivitas dan etika merupakan syarat minimal agar pers tetap dipercaya publik.

“Informasi hari ini sangat mempengaruhi emosi, pikiran dan perilaku masyarakat. Seperti halnya kita membutuhkan udara, air dan makanan yang bersih, kita juga membutuhkan informasi yang jernih dan sehat,” pungkasnya. (Redaksi)

 

Berita Terkait

Sejumlah Harapan Masyarakat Kwamki Narama Disampikan Pada Musrenbang
Seruan Keuskupan Timika Menyikapi Konflik Di Kapiraya
KM. Jaya Baru Tenggelam Di Muara Poumako Timika
Tim Asesmen Polda Mengecek Kesiapan Panpel Dan Stadion
Ratusan Aspirasi Masyarakat Distrik Miru Tercatat Pada Musrenbang
Hari Kelima Ibu Yang Diterkam Buaya Belum Ditemukan
Kepkam Minta Bangun Rumah Untuk OAP di Kadun Jaya
Dinas Kesehatan Alokasikan Anggaran 34 Milliar Bangun Puskesmas Perintis

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:53 WIT

Sejumlah Harapan Masyarakat Kwamki Narama Disampikan Pada Musrenbang

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:45 WIT

Seruan Keuskupan Timika Menyikapi Konflik Di Kapiraya

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:11 WIT

KM. Jaya Baru Tenggelam Di Muara Poumako Timika

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:22 WIT

Tim Asesmen Polda Mengecek Kesiapan Panpel Dan Stadion

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:20 WIT

Ratusan Aspirasi Masyarakat Distrik Miru Tercatat Pada Musrenbang

Berita Terbaru

Sekretaris Komisi Keadilan dan Perdamaian (SKP), Rudolf Kambayong bersama uskup keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, didampingi oleh Ketua SKP Keuskupan Timika, Saul Wanimbo

Daerah

Seruan Keuskupan Timika Menyikapi Konflik Di Kapiraya

Jumat, 6 Mar 2026 - 14:45 WIT

Daerah

KM. Jaya Baru Tenggelam Di Muara Poumako Timika

Jumat, 6 Mar 2026 - 08:11 WIT

Daerah

Tim Asesmen Polda Mengecek Kesiapan Panpel Dan Stadion

Kamis, 5 Mar 2026 - 15:22 WIT