TIMIKA | Perayaan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Mimika tahun 2026 begitu meriah. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Eks Pasar Swadaya berlangsung meriah dengan penampilan ogoh-ogoh, tarian Seka dari Suku Kamoro yang dibawakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Timika, serta partisipasi masyarakat lintas agama.
Perayaan yang mengusung tema “Satu Bumi, Satu Keluarga” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob dihadiri Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, serta umat Hindu di Kabupaten Mimika.
Bupati Johannes Rettob, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu yang telah melaksanakan kegiatan tersebut di pusat kota, sehingga dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Mimika. Seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan ikut terlibat dalam berbagai perayaan keagamaan sebagai bentuk nyata toleransi.
Kata Bupati John tahun 2026 merupakan momentum istimewa karena berbagai hari besar keagamaan berlangsung berdekatan, mulai dari Imlek, Ramadan, Nyepi, Idulfitri, hingga Paskah.Kabupaten Mimika yang telah ditetapkan sebagai daerah harmonis harus terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Bupati John mengatakan, Tawur Agung Kesanga bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Sementara Hari Raya Nyepi menjadi momentum introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
“Nilai-nilai ini tidak hanya relevan bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi pelajaran bagi kita semua dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya. (Red)







