NABIRE | Suasana penuh sukacita dan kehangatan iman menyelimuti Jemaat GKI Ora Et Labora KPP Wadio, Klasis Nabire, saat Persekutuan Kaum Bapak (PKB) menggelar Ibadah Perayaan Natal yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Sebanyak 74 jiwa hadir dalam perayaan ini, yang menjadi momentum istimewa untuk merenungkan kasih Allah yang hadir menyelamatkan keluarga.
Ibadah dipandu dengan penuh semangat oleh Bapak Theo A. Ayer selaku pembawa acara. Pelayan liturgi, Syamas Ian Alfred Mara, membuka ibadah dengan mengajak jemaat untuk bersyukur atas anugerah Natal. Sementara itu, Capel. Letta Imbiri, S.Si.Teol, yang bertugas sebagai pelayan firman, menyampaikan khotbah yang menggugah hati, mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” berdasarkan pembacaan Alkitab dari Lukas 1:26–38.
Dalam renungannya, Capel. Letta menekankan bahwa kelahiran Yesus adalah inisiatif penuh dari Allah, tanpa campur tangan manusia. “Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jangan andalkan kekuatan diri sendiri,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Ia juga mengajak jemaat meneladani sikap Maria yang dengan rendah hati berkata, “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu,” sebagai bentuk ketaatan dan kesiapan menerima kehendak Tuhan.
Momen spesial terjadi ketika seluruh jemaat bersama-sama melakukan “Tepuk PKB”, sebuah simbol semangat dan kekompakan kaum bapak dalam pelayanan. Suasana menjadi semakin hangat dan penuh kebersamaan.
Setelah ibadah, Ketua PKB, Bapak Agustinus Pali, SE, menyampaikan kesan dan pesan Natal. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelayan, majelis, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan perayaan ini. “Yang paling penting adalah kehadiran Bapak, Ibu, dan saudara-saudari semua yang telah mengambil bagian dalam ibadah ini,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.
Sebagai bentuk kasih dan penghargaan, panitia menyerahkan bingkisan Natal kepada para petugas Posbindu, pemain musik, penjaga keamanan, para sesepuh jemaat, serta kepada Capel. Letta Imbiri. Tak ketinggalan, tiga orang jemaat yang beruntung mendapatkan door prize, menambah keceriaan suasana.
Perayaan ditutup dengan jamuan kasih bersama, di mana seluruh jemaat saling berbagi cerita dan sukacita dalam suasana kekeluargaan. Ibadah Natal PKB ini bukan hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehadiran Kristus membawa terang dan keselamatan bagi setiap keluarga.(Red)







