TIMIKA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat mengambil langkah tegas terkait penumpukan sampah di pasara sentral.
Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani mengungkapkan bahwa pemicu utama lonjakan sampah bukan hanya dari aktivitas pedagang, melainkan juga ulah masyarakat luar yang nekat membuang limbah rumah tangga mereka di lokasi pasar.
“Seharusnya area ini khusus untuk sampah para pedagang. Tapi nyatanya, warga dari luar juga ikut membuang di sini. Akibatnya, tumpukan sampah menjadi sangat banyak dan melebihi kapasitas yang sudah ditentukan,” ucap Sabelina pada, Senin (13/4/2026).
Ia menerangkan, pihaknya sebenarnya telah menugaskan kontraktor pengangkut sampah yang beroperasi dua kali sehari. Namun, beban mereka kian berat lantaran volume sampah tak terkendali. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan merugikan semua pihak.
“Kami akan menindak tegas masyarakat yang kedapatan membawa sampah dari luar untuk dibuang di Pasar Sentral. Lokasi ini hanya untuk limbah para penjual, seperti sisa sayuran dari mama-mama pedagang. Buanglah sampah pada tempatnya yang sudah disediakan,” tuturnya.
Ia berharap fungsi Pasar Sentral dapat kembali normal, serta meringankan kerja para petugas pengangkut sampah yang selama ini kewalahan. (Red)






