TIMIKA | Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, drh Sabelina Fitriani menanggapi mahalnya harga cabai rawit dengan langsung melakukan sidak ke pasar sentral Timika.
Berdasarkan hasil penelusuran bersama jajaran di Pasar Sentral, pada Rabu (18/3/2026), harga cabai rawit merah mencapai Rp 110.000 sampai Rp 120.000 per kilogram.
Sabelina menerangkan, stok cabai rawit lokal melimpah karena panen petani masih tinggi. Namun karena adanya permintaan dari luar daerah dengan harga yang lebih mahal sehingga petani dan pedagang juga menaikkan harga.
“Jadi cabai rawit dari Timika dikirim ke luar daerah dengan harga yang lebih mahal,” jelasnya.
Sabelina menyebutkan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga stabilitas harga di Mimika.
“Hal ini juga penting untuk menjaga inflasi. Untuk itu, salah satu langkah yang akan dipertimbangkan adalah membatasi pengiriman ke luar daerah agar harga dan stok lokal bukan hanya cabai rawit tapi komoditas lainnya juga bisa tetap terjaga,” ucapnya. (Red)







