APDESI Mimika Pertanyakan Keterlambatan Pembayaran Gaji

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA | Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mimika menyoroti keterlambatan pembayaran gaji kepala kampung, Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), serta aparat kampung yang telah berlangsung hingga enam bulan terakhir.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak serius terhadap jalannya pemerintahan di tingkat kampung, termasuk menurunnya kinerja aparat serta potensi munculnya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Ketua DPC APDESI Kabupaten Mimika, Norman, mengatakan keterlambatan gaji membuat banyak aparat kampung kehilangan semangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Aparat kampung sudah mulai malas masuk kantor karena belum menerima gaji. Mereka tetap bekerja, tetapi seperti dipaksa tanpa kepastian hak. Situasi seperti ini sangat berpotensi menimbulkan penyimpangan maupun tindakan yang tidak diinginkan,” kata Norman, Kamis (4/6/2026)

Baca Juga :  Plt. Kadiskop dan UMKM Sebut Kehadiran Pegiat Kopi Mimika Ikuti Festival Kopi 2025 Tanda UMKM Mimika Bangkit

Ia menjelaskan, selain kebutuhan hidup sehari-hari, aparat kampung juga harus menjalankan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Namun keterbatasan anggaran operasional seperti ATK, komputer, dan kebutuhan pelayanan lainnya semakin memperburuk kondisi di lapangan.

Norman juga menyoroti kebiasaan sebagian kepala kampung yang terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga dengan bunga tinggi untuk menutupi kebutuhan operasional sebelum pencairan dana dari pemerintah.

“Setiap tahun dalam pemeriksaan selalu ada temuan terkait pengelolaan dana desa. Salah satunya karena kepala kampung terpaksa meminjam uang dengan bunga tinggi untuk menutupi kebutuhan sebelum dana cair,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkam Nawaripi Sebut Polemik Kepsek SD Inpres Nawaripi Berdampak Pada Aktifitas Belajar Siswa

Pinjaman tersebut sering menimbulkan beban pengembalian yang cukup besar bagi kepala kampung.

APDESI Mimika meminta Bupati dan Wakil Bupati Mimika segera mengevaluasi OPD terkait, khususnya yang menangani pencairan dana kampung.

Selain itu, APDESI juga meminta Inspektorat, BPK, dan BPKP untuk memperhatikan mekanisme pencairan agar lebih tepat waktu.

“Kami berharap pencairan dana kampung bisa dilakukan sejak awal tahun atau maksimal setiap tiga bulan sekali agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya. (Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Angel Awom, Putri Muda Papua Tengah yang Siap Berlaga di Miss Bintang Indonesia Nasional
DEKOPIN Pusat Apresiasi Keseriusan Samuel Yogi Memajukan Koperasi
DPC BMP RI Puncak Jaya Sukses Gelar Jalan Sehat Kebangsaan, Perkuat Sinergitas Komponen Bangsa
Diskop Mimika Berkomitmen Terus Dukung Program Nasional
Tiba Di Deli Serdang, Melisa Howay Masuk Grand Final Putri Otonomi Indonesia
Pemkab Mimika Damaikan Dua Kelompok Warga Yang Bertikai
PUPR Alokasikan Anggaran 5 Milliar Perbaiki Ruas Jalan Hasanudin
Dinsos Koordinasi Lintas Sektor Bahas Penanangan Anak Terlantar

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIT

Angel Awom, Putri Muda Papua Tengah yang Siap Berlaga di Miss Bintang Indonesia Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:49 WIT

DEKOPIN Pusat Apresiasi Keseriusan Samuel Yogi Memajukan Koperasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:35 WIT

DPC BMP RI Puncak Jaya Sukses Gelar Jalan Sehat Kebangsaan, Perkuat Sinergitas Komponen Bangsa

Senin, 29 Juni 2026 - 21:54 WIT

Diskop Mimika Berkomitmen Terus Dukung Program Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 10:11 WIT

Tiba Di Deli Serdang, Melisa Howay Masuk Grand Final Putri Otonomi Indonesia

Berita Terbaru

Daerah

Diskop Mimika Berkomitmen Terus Dukung Program Nasional

Senin, 29 Jun 2026 - 21:54 WIT