TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen dalam mempercepat penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Hal itu dimulai rapat koordinasi lintas sektorperecapatan penurunan stunting denga mitra pemerintah/NGO ( Non-Governmental Organization) yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada, Kamis (23/4/2026).
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan stunting di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Mimika, bukanlah persoalan sederhana. Kondisi geografis yang luas dan beragam, keterbatasan akses transportasi, serta belum meratanya layanan dasar seperti kesehatan, gizi, sanitasi, air bersih, dan perlindungan sosial menjadi tantangan utama yang memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama keluarga berisiko stunting.
“Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan,” katanya.
Wabup Kemong, menekankan pentingnya penguatan sistem data yang akurat dan terintegrasi, peningkatan koordinasi antar sektor, serta sinkronisasi perencanaan dan penganggaran. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika juga menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain penentuan prioritas program percepatan penurunan stunting, penguatan mekanisme koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), serta perumusan langkah tindak lanjut yang konkret, terukur, dan dapat segera diimplementasikan.
Wabup Kemong mengapresiasi kepada Wahana Visi Indonesia melalui Program PASTI Papua yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Ia menilai kemitraan tersebut sangat penting dalam memperkuat kapasitas daerah dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat dicapai oleh satu sektor saja. Diperlukan kerja sama yang solid, sinergi yang kuat, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat dicapai oleh satu sektor saja, diperlukan kerja sama yang solid, sinergi yang kuat, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Wabup mengajak seluruh OPD untuk terus mengintegrasikan program dan kegiatan terkait stunting ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Selain itu, peningkatan peran kader posyandu serta edukasi masyarakat mengenai pola asuh, gizi, dan kesehatan lingkungan dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.(Red)








